Home / Kesehatan / 5 Cara Mengatasi Alergi Pada Bayi

5 Cara Mengatasi Alergi Pada Bayi

Reaksi berlebih yang dialami tubuh saat bersentuhan dengan bahan-bahan antigenik atau alergen dikenal dengan sebutan alergi. Gangguan ini terjadi akibat kegagalan sistem kekebalan tubuh manusia dan hanya bersifat atopik atau hanya dialami oleh penderita hipersensitif. Respon tubuh saat memberikan sinyal alergi berbeda-beda dari setiap orang, ada yang sangat mudah dikenali seperti bintik merah dan gatal pada kulit, ada pula reaksi hebat yang mengancam keselamatan jiwa.

Upaya pencegahan alergi bisa dilakukan sejak dalam kandungan. Penelitian para ahli terus dilakukan sebagai rangkaian upaya pencegahan alergi pada bayi baru lahir. Dari hasil riset tersebut disimpulkan bahwa ASI merupakan pelindung segala penyakit, termasuk pencegahan dampak alergi bayi yang terlahir dari orang tua rentan alergi.

ASI, makanan alami yang diproduksi tubuh Ibu pasca melahirkan. Mengandung Imunoglobulin A yang bergungsi untuk meningkatkan daya tahan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Inisiasi menyusui dini serta pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan merupakan cara terbaik mengatasi alergi pada bayi dan melindunginya dari berbagai jenis penyakit. ASI juga  melekatkan ikatan batin antara Ibu dan buah hati yang akan membantu tumbuh kembang fisik dan mentalnya lebih optimal.

Selain dengan pemberian ASI, ada beberapa cara lain yang dapat Ibu lakukan untuk mengatasi alergi pada bayi, seperti berikut :

  1. Jauhkan makanan pencetus alergi. Bila bayi masih dalam periode mengonsumsi ASI eksklusif, maka Ibu harus menghindari memakan makanan alergen, seperti kacang, makanan laut, susu sapi atau telur. Alergi terhadap makanan berbeda di setiap orang, kenali makanan yang menyebabkan reaksi alergi muncul pada bayi Ibu.
  2. Bila faktor pemicu alergi adalah udara, maka Ibu harus memeriksa kondisi udara dalam rumah, teutama di dalam kamar. Sumbatan pori-pori menyebabkan timbul biang keringat dan bercak-bercak merah pada bayi. Bersihkan rumah secara rutin dengan menggunakan alat penghisap debu. Karpet dan boneka adalah tempat debu bersarang. Jauhkan bayi dari bahan-bahan yang memicu alerginya muncul lebih sering.
  3. Gantilah baju dan popok bayi tanpa harus menunggu waktu mandi. Pakaian yang basah karena keringat menyebabkan kulit bayi menjadi rentan gatal dan menimbulkan bercak merah. Bayi akan merasa tidak nyaman dan rewel akibat ruam yang dideritanya.
  4. Hati-hati terhadap binatang seperti serangga kecil atau kutu busuk ya, Bu. Bulu hewan peliharaan seperti kucing, anjing atau hamster juga bisa menyebabkan alergi. Rajinlah membersihkan kandang dan memandikan hewan peliharaan. Cuci bersih sprai, sarung bantal guling dan selimut serta sesekali jemur kasur, bantal dan guling. Karena kutu busuk dapat hidup dan bertelur di dalamnya, heean peliharaan juga kerap meninggalkan bulunya di situ.
  5. Bila bayi Ibu mengonsumsi susu formula karena satu dan lain hal, pastikan menggunakan susu soya bila bayi terindikasi alergi terhadap susu sapi, ya. Ibu tak perlu khawatir, kandungan nutrisi pada susu soya sama baiknya dengan susu sapi dan tidak akan menimbulkan dampak buruk pada tumbuh kembang bayi Ibu.

Walaupun alergi terkesan gangguan ringan, namun beberapa kasus dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius, sedangkan beberapa reaksi lainnya bisa menimbulkan kematian. Jadi jangan pernah anggap sepele apapun yang terjadi pada tahapan tumbuh kembang anak Ibu. Tapi juga Ibu tidak boleh terlalu panik dalam menghadapi alergi pada bayi ini.

Nah, mulai sekarang yang perlu Ibu lakukan adalah mengenali jenis alergi pada bayi Ibu serta faktor pemicunya. Hindari alergen dan sediakan selalu obat anti alergi sebagai langkah pertolongan pertama saat alergi muncul. Ingatlah untuk selalu berkonsultasi dengan dokter anak bila alergi yang timbul lebih sering atau lebih berat dari pada yang biasa terjadi.

Other articles you might like;

Check Also

Menyusui Langkah Terbaik Untuk Bayi Anda

Menyusui adalah tanpa keraguan yang paling sarana yang sangat baik untuk memberi makan bayi baru …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.